Rokok Elektronik atau Vape


Rokok elektronik atau vape menghantarkan nikotin dengan cara memanaskan cairan yang mengandung nikotin, perisa, dan bahan lainnya. Rokok elektronik atau vape menghasilkan uap, bukan asap yang mengandung TAR seperti pada rokok.

Mengenal lebih dekat dengan
Rokok Elektronik atau Vape

Rokok elektronik atau yang juga dikenal sebagai vape merupakan salah satu produk tembakau alternatif yang menghantarkan nikotin dengan cara memanaskan cairan yang mengandung nikotin, perisa, dan bahan lainnya. Saat digunakan, produk tersebut akan menghasilkan uap atau aerosol.

Karena rokok elektronik atau vape bekerja dengan cara pemanasan, bukan pembakaran seperti rokok, maka rokok elektronik atau vape memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok.

Perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok dapat beralih ke rokok elektronik atau vape, atau juga produk tembakau alternatif lainnya agar dapat mengurangi risiko yang dihadapi dari kebiasaan merokoknya.


Artikel Terkait - Produk Tembakau Alternatif

Ilustrasi untuk Hasil Riset, Rokok Elektronik Berhasil Mengurangi Bahaya TAR
Hasil Riset, Rokok Elektronik Berhasil Mengurangi Bahaya TAR

Sebuah riset dari Public Health England menyimpulkan, rokok elektronik 95% lebih rendah risiko daripada rokok konvensional. Rokok elektronik tidak mengandung TAR dan karbon monoksida, yang merupakan zat paling berbahaya, yang dihasilkan dari pembakaran tembakau.

Ilustrasi untuk Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau
Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau

Pada tahun 2017, Departemen Sosial dan Kesehatan Inggris mencetuskan Rencana Pengendalian Tembakau untuk tahun 2017-2022. Perencaan ini secara rinci dirancang untuk mengendalikan konsumsi tembakau dari hulu ke hilir, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi dan kontrol melalui regulasi formal.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape
Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia menanggapi masih banyaknya kesalahan persepsi publik yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok, dan tidak jarang dianggap berbahaya terhadap kesehatan sehingga dianggap tak layak sebagai opsi bagi perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.