Semua Artikel

Ilustrasi untuk Komitmen Cegah Penyalahgunaan, Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) Gandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar

Komitmen Cegah Penyalahgunaan, Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) Gandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar

04 March 2026

Dalam sosialisasi ini, AVB menegaskan penolakan terhadap oknum yang memanfaatkan industri vape untuk peredaran narkoba dan untuk terus menerapkan aturan ketat, termasuk larangan penjualan kepada konsumen di bawah 21 tahun.

“(Sosialisasi) ini adalah bentuk komitmen integritas dari asosiasi untuk menyatakan perang terhadap peredaran gelap narkotika, khususnya melalui penyalahgunaan liquid vape yang dicampur zat terlarang,” kata Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Leo Deddy.

Ilustrasi untuk Riset BRIN: Rokok Elektronik Berpotensi Turunkan Risiko bagi Perokok Dewasa

Riset BRIN: Rokok Elektronik Berpotensi Turunkan Risiko bagi Perokok Dewasa

04 March 2026

Temuan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa kadar formaldehida pada emisi rokok elektronik sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar. Sementara kadar akrolein tercatat 115 kali lebih rendah dan benzena hingga 6.000 kali lebih rendah. BRIN menekankan bahwa kajian ilmiah ini penting sebagai dasar penyusunan regulasi yang adil, berbasis risiko, dan tetap mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta keberlangsungan ekonomi sektor tembakau.

Ilustrasi untuk Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

17 December 2025

Pada 2022, Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), yang merupakan lembaga penilaian risiko kesehatan independen milik pemerintah Jerman, menerbitkan kajian ilmiah mengenai kantung nikotin (nicotine pouch), produk nikotin oral tanpa tembakau yang kian berkembang di Eropa. Dalam kajian tersebut, BfR menegaskan bahwa produk ini bukan tanpa risiko, mengingat nikotin tetap bersifat adiktif. Namun, BfR juga mencatat perbedaan mendasar dibanding rokok yang dibakar: bahwa kantung nikotin tidak melibatkan pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai senyawa toksik lainnya yang menjadi penyebab utama beban penyakit akibat rokok.

Ilustrasi untuk Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

17 December 2025

Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia

Ilustrasi untuk Mantan Pimpinan WHO dan Ekonom: Pengurangan Risiko Berpotensi Menyelamatkan Lebih dari 100 Juta Jiwa

Mantan Pimpinan WHO dan Ekonom: Pengurangan Risiko Berpotensi Menyelamatkan Lebih dari 100 Juta Jiwa

17 December 2025

Menjelang pertemuan negara-negara penandatanganan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) di Jenewa pada 17 November lalu, dua mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Derek Yach dan Prof. Tikki Pangestu, bersama ekonom Chris Snowdon dan pendiri Clearing the Air Peter Beckett, menyerukan evaluasi ulang arah kebijakan pengendalian tembakau global. Mengacu pada riset terbaru Yach, mereka menilai bahwa penerapan strategi tobacco harm reduction secara lebih luas berpotensi menyelamatkan lebih dari 100 juta jiwa hingga 2060, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah dengan prevalensi merokok yang tinggi.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

24 November 2025

Bahaya utama rokok tidak berasal dari nikotin, tetapi dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, seperti karbon monoksida, dan ribuan toksikan penyebab penyakit. Karena itu, hadirnya rokok elektronik pada 2003 menjadi inovasi penting: perangkat ini menghantarkan nikotin tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya secara signifikan.

Ilustrasi untuk Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

24 November 2025

Data global menunjukkan bahwa penurunan prevalensi merokok tidak lagi secepat dekade sebelumnya. Namun, beberapa negara justru mampu menekan angka tersebut jauh lebih cepat melalui penerapan Tobacco Harm Reduction (THR) dan regulasi yang jelas terhadap produk nikotin yang tidak melalui proses pembakaran (non-combustion).

Ilustrasi untuk Menuju Pariwisata Bali yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Menuju Pariwisata Bali yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

24 November 2025

Pertumbuhan pariwisata Bali pada 2025 mendorong kebutuhan akan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan bebas asap rokok. Dalam SAPA Bali 2025 yang digelar Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), para pembicara menyoroti pentingnya pendekatan pengurangan bahaya (harm reduction) bagi perokok dewasa melalui informasi ilmiah tentang produk tembakau alternatif yang memiliki potensi risiko lebih rendah.

Ilustrasi untuk Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

17 October 2025

Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.

Ilustrasi untuk Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

24 September 2025

Penelitian dari University of New South Wales (UNSW Sydney) menemukan bahwa penggunaan vape lebih efektif membantu perokok dewasa mengurangi kebiasaan berisikonya, termasuk melalui pemanfaatan NRT (Nicotine Replacement Therapy).

Ilustrasi untuk BRIN & AKVINDO: Regulasi Berbasis Risiko untuk Indonesia

BRIN & AKVINDO: Regulasi Berbasis Risiko untuk Indonesia

24 September 2025

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Prasetya, menegaskan bahwa bahaya utama rokok berasal dari pembakaran yang menghasilkan TAR, bukan dari nikotin. Karena itu, menurutnya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau tembakau dipanaskan tidak seharusnya diperlakukan sama dengan rokok.

Ilustrasi untuk Perjalanan Swedia Menuju Bebas Rokok melalui Pendekatan Pengurangan Bahaya Tembakau

Perjalanan Swedia Menuju Bebas Rokok melalui Pendekatan Pengurangan Bahaya Tembakau

24 September 2025

Pada awal 1960-an, Swedia menghadapi krisis kesehatan, dengan hampir separuh pria dewasa merokok setiap hari. Kini, Swedia menjadi negara pertama dengan tingkat perokok kisaran 5%. Data dari Swedish Public Health Agency menunjukkan hanya 5.3% orang dewasa yang merokok pada 2024—jauh di bawah rata-rata Uni Eropa (24%).

Ilustrasi untuk Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pengurangan Bahaya Tembakau Sebagai Strategi Pengurangan Prevalensi Merokok

Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pengurangan Bahaya Tembakau Sebagai Strategi Pengurangan Prevalensi Merokok

20 August 2025

Strategi pengurangan bahaya tembakau dinilai mampu melengkapi kebijakan pengendalian rokok nasional dengan memberikan alternatif yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti sepenuhnya. Laporan Lives Saved bahkan memperkirakan lebih dari 600 ribu nyawa dapat diselamatkan hingga 2060 jika strategi pengurangan bahaya tembakau diterapkan optimal di negara-negara berkembang.

Ilustrasi untuk Fakta atau Mitos: Rokok Elektronik (Vape) Menyebabkan Popcorn Lung

Fakta atau Mitos: Rokok Elektronik (Vape) Menyebabkan Popcorn Lung

20 August 2025

Istilah “popcorn lung” kerap dikaitkan dengan rokok elektronik (khususnya vape). Tapi, apa benar vape bisa menyebabkan penyakit ini?

Faktanya, tidak.
Menurut Cancer Research Inggris, belum ada kasus terkonfirmasi popcorn lung pada pengguna vape.

Ilustrasi untuk Konferensi Harm Reduction Asia-Pasifik 2025 Digelar di Bandung: UNPAD & CoEHAR Dorong Solusi Ilmiah untuk Krisis Merokok

Konferensi Harm Reduction Asia-Pasifik 2025 Digelar di Bandung: UNPAD & CoEHAR Dorong Solusi Ilmiah untuk Krisis Merokok

23 July 2025

Asia-Pacific Conference on Smoking and Harm Reduction berlangsung di Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Bandung, Indonesia. Forum ilmiah internasional ini membahas mengenai pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) yang dibahas melalui penelitian ilmiah, penerapan klinis, dan usulan untuk strategi kesehatan masyarakat yang lebih efektif.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif: Antara Inovasi dan Regulasi

Produk Tembakau Alternatif: Antara Inovasi dan Regulasi

19 June 2025

Menjelang World No Tobacco Day 2025 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyerukan pelarangan dan pembatasan ketat terhadap rokok elektronik dan produk tembakau alternatif dengan profil risiko lebih rendah lainnya. Namun, pendekatan ini dinilai dapat menghambat penurunan prevalensi merokok global. Data membuktikan, penggunakan produk tembakau alternatif di Eropa menunjukkan hasil positif.

Ilustrasi untuk Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

19 June 2025

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.

Ilustrasi untuk Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

19 June 2025

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.

Ilustrasi untuk Alternatif Pengganti Rokok: Pilihan Lebih Sehat untuk Mengurangi Risiko Merokok

Alternatif Pengganti Rokok: Pilihan Lebih Sehat untuk Mengurangi Risiko Merokok

28 May 2025

Ada berbagai alternatif pengganti rokok yang dinilai lebih sehat, mulai dari makanan yang membantu mengalihkan kebiasaan merokok, hingga produk tembakau modern seperti vaping dan heated tobacco. Alternatif ini hadir sebagai bagian dari pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup tertentu namun dengan paparan zat yang lebih rendah.

Ilustrasi untuk Produk Bebas Asap Berkorelasi Kuat dengan Keberhasilan Beralih dari Rokok: Bukti Terbaru dari Inggris

Produk Bebas Asap Berkorelasi Kuat dengan Keberhasilan Beralih dari Rokok: Bukti Terbaru dari Inggris

22 May 2025

Sebuah studi terbaru di Inggris menemukan bahwa penggunaan produk bebas asap, seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berkorelasi kuat dengan keberhasilan berhenti merokok. Meski jumlah pengguna produk tembakau yang dipanaskan masih terbatas, hasilnya tetap signifikan. Kantong nikotin juga menunjukkan potensi, namun data yang tersedia belum cukup kuat untuk disimpulkan secara pasti.

Ilustrasi untuk Vape Efektif Bantu Perokok Dewasa Beralih dari Kebiasaan Merokok (Wiratna Eko Indra Putra)

Vape Efektif Bantu Perokok Dewasa Beralih dari Kebiasaan Merokok (Wiratna Eko Indra Putra)

22 May 2025

Edukasi mengenai produk tembakau alternatif dinilai penting untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok. Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia, Wiratna Eko Indra Putra, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar informasi yang disampaikan bersifat seimbang dan berbasis bukti. Ia menyoroti misinformasi yang menyamakan risiko produk alternatif dengan rokok konvensional, padahal kajian dari Cochrane Library yang dipublikasikan pada 29 Januari 2025—melibatkan 29.044 perokok dewasa dalam 90 studi ilmiah—menunjukkan bahwa produk seperti rokok elektronik memiliki risiko yang jauh lebih rendah dan efektif sebagai alat bantu berhenti merokok.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

22 May 2025

Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.

Ilustrasi untuk Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

25 April 2025

Rokok Elektrik (Vape) bekerja dengan memanaskan cairan mengandung nikotin hingga menghasilkan uap, tanpa pembakaran. Produk tembakau yang dipanaskan memanaskan tembakau tanpa mencapai suhu pembakaran. Sebaliknya, rokok konvensional membakar tembakau dan menghasilkan TAR berbahaya. Nikotin bersifat adiktif, tetapi bukan penyebab utama penyakit akibat merokok. TAR, yang terbentuk dari pembakaran tembakau, adalah penyebab utama dan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker dan gangguan paru-paru. Rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko lebih rendah karena tidak mengandung TAR hasil dari pembakaran.

 

Ilustrasi untuk 3 Fakta Menarik tentang Nikotin yang Perlu Diketahui

3 Fakta Menarik tentang Nikotin yang Perlu Diketahui

17 April 2025

Nikotin adalah senyawa kimia alami yang bersifat adiktif dan ditemukan terutama pada tembakau. Meskipun sering dikaitkan dengan risiko merokok, kajian ilmiah menunjukkan bahwa bahaya terbesar berasal dari TAR dalam asap rokok akibat proses pembakaran. Memahami fakta nikotin dan pilihan seperti produk tembakau alternatif dapat membantu perokok dewasa mengurangi paparan zat berbahaya.

 

Ilustrasi untuk Penurunan Prevalensi Merokok di Jepang

Penurunan Prevalensi Merokok di Jepang

14 April 2025

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan penurunan signifikan dalam prevalensi merokok. Pada tahun 2000, hampir setengah dari pria dewasa merokok. Berkat kampanye kesehatan dan regulasi ketat, angka ini turun menjadi 10.6% pada tahun 2022, menandai penurunan 46% sejak 2014.

Ilustrasi untuk Studi di Inggris Soroti Mispersepsi tentang Produk Tembakau Alternatif di Kalangan Perokok

Studi di Inggris Soroti Mispersepsi tentang Produk Tembakau Alternatif di Kalangan Perokok

14 April 2025

Penelitian terbaru dari Brighton and Sussex Medical School (BSMS) mengungkapkan bahwa pemahaman yang benar tentang produk tembakau alternatif (PTA) dapat membantu perokok dewasa beralih dan bahkan berhenti merokok. Sebaliknya, misinformasi mengenai PTA yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan rokok menyebabkan terhambatnya perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.

Ilustrasi untuk Riset: Benarkah Produk Tembakau Alternatif dapat Menurunkan Jumlah Zat Berbahaya yang Masuk ke Tubuh?

Riset: Benarkah Produk Tembakau Alternatif dapat Menurunkan Jumlah Zat Berbahaya yang Masuk ke Tubuh?

14 April 2025

Penelitian terbaru dari Oxford University Press dalam jurnal “Nicotine and Tobacco Research” menunjukkan bahwa beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko kesehatan pernapasan bagi perokok. Dari 5.210 subjek yang mengalami batuk, 65% sudah tidak lagi mengalami gangguan, dan dari 5.367 subjek dengan mengi/bengek, 53% mengalami perbaikan. Dr. Indra Mustika S.P, drg., Sp. Perio (K) dari Universitas Padjadjaran menambahkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan, mengurangi risiko kesehatan karena tidak melalui proses pembakaran seperti rokok konvensional.

Ilustrasi untuk 14 Tanaman Penghisap Asap Rokok untuk di Rumah

14 Tanaman Penghisap Asap Rokok untuk di Rumah

11 April 2025

Menghiasi rumah dengan tanaman pot tidak hanya menambah keindahan interior, tetapi juga memberikan rasa segar dan dampak baik bagi kebersihan udara sekitar.

Pencemaran udara yang semakin membahayakan tubuh bisa ditanggulangi dengan menempatkan tanaman serap polusi. Tanaman apa saja yang cocok?

Ilustrasi untuk Praktisi Kesehatan Tekankan Rokok Elektronik sebagai Metode Transisi Efektif Bagi Perokok

Praktisi Kesehatan Tekankan Rokok Elektronik sebagai Metode Transisi Efektif Bagi Perokok

13 March 2025

Studi terbaru dari JAMA Network bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessations Aids in England and Associations with Quit Success” menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, merupakan alat bantu berhenti merokok paling populer pada 2023-2024, digunakan oleh 40,2% dari 25.094 perokok. Praktisi kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra menekankan bahwa harga produk tembakau alternatif yang lebih mahal dibandingkan rokok konvensional menjadi hambatan bagi perokok dewasa yang ingin beralih. Ia menyarankan pemerintah memberikan insentif untuk mengurangi prevalensi perokok di Indonesia.

Ilustrasi untuk Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

17 February 2025

Sebuah penelitian oleh Universitas Padjadjaran, Indonesia, mengungkap bagaimana merokok dan vaping memengaruhi kesehatan gusi. Studi ini melibatkan 15 peserta yang dibagi menjadi non-perokok, perokok, dan pengguna vape. Selama 21 hari, peserta tidak membersihkan gigi bawah mereka untuk mengamati perubahan peradangan gusi. Mengejutkannya, perokok menunjukkan peradangan gusi (gingivitis) yang lebih sedikit dibandingkan non-perokok dan pengguna vape. Hal ini menunjukkan bahwa merokok dapat menyembunyikan penyakit gusi yang sebenarnya. Pengguna vape menunjukkan respons gusi yang mirip dengan non-perokok, menunjukkan bahwa vaping memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah bagi kesehatan gusi dibandingkan merokok.

Ilustrasi untuk Selandia Baru Menuju Bebas Asap 2025: Pendekatan Inovatif dalam Mengurangi Jumlah Perokok

Selandia Baru Menuju Bebas Asap 2025: Pendekatan Inovatif dalam Mengurangi Jumlah Perokok

17 February 2025

Setelah sempat gagal mencapai target mengurangi tingkat perokok dewasa menjadi 10 persen pada tahun 2018, termasuk menerapkan rekomendasi dari Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dari WHO, Pemerintah Selandia Baru kini menerapkan regulasi menuju negara Bebas Asap 2025. Dengan memberikan ragam pilihan produk rendah risiko bagi perokok untuk beralih dari kebiasaan merokok, Selandia Baru telah berhasil menurunkan tingkat merokok menjadi sekitar 6,86 persen.

Ilustrasi untuk Implementasikan Pengurangan Risiko, Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Rokok

Implementasikan Pengurangan Risiko, Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Rokok

08 January 2025

Praktisi kesehatan, dr. Freddy Dinata, menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, konsep pengurangan bahaya (harm reduction) dengan beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan, dapat menjadi langkah efektif bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok secara langsung karena dapat mengurangi dampak negatif dan gejala putus zat seperti kecemasan dan craving.

Ilustrasi untuk Arvindo: Kebijakan Kemasan Polos Pada Rokok Elektronik Bentuk Diskriminasi

Arvindo: Kebijakan Kemasan Polos Pada Rokok Elektronik Bentuk Diskriminasi

08 January 2025

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia, mendesak pemerintah untuk meninjau kembali aturan kemasan polos rokok yang menyamakan semua merek. Menurutnya, kebijakan ini dapat menghambat peralihan konsumen ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko dan mendorong maraknya produk illegal karena tidak adanya diferensiasi visual dan identitas dagang. 

Ilustrasi untuk Asosiasi Produk Tembakau Alternatif: Aturan Kemasan Polos Abaikan Hak-Hak Konsumen

Asosiasi Produk Tembakau Alternatif: Aturan Kemasan Polos Abaikan Hak-Hak Konsumen

08 January 2025

Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Wiratna Eko Indra Putra, menyatakan bahwa kebijakan kemasan polos dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik perlu dikaji ulang karena mengurangi kemampuan konsumen untuk mendapatkan informasi produk. Menurutnya, kebijakan ini melanggar hak-hak konsumen rokok elektronik terkait akses terhadap keamanan dan informasi yang jelas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. 

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Tekankan Strategi Kebijakan Berbasis Ilmiah untuk Mengatasi Epidemi Merokok

Mantan Direktur WHO Tekankan Strategi Kebijakan Berbasis Ilmiah untuk Mengatasi Epidemi Merokok

08 January 2025

Profesor Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menekankan pentingnya kebijakan berbasis ilmiah dan analisis rasional untuk menurunkan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 70 juta orang. Jepang dapat dijadikan contoh terkait keberhasilannya menerapkan produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

29 November 2024

dr. Cashtry Meher menilai bahwa memaksimalkan konsep pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa untuk mengurangi kebiasaan merokok sekaligus membantu Pemerintah Kota Medan dalam menurunkan prevalensi merokok serta angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

Ilustrasi untuk Unpad Bangun Pusat Kajian Pengurangan Bahaya untuk Masalah Rokok

Unpad Bangun Pusat Kajian Pengurangan Bahaya untuk Masalah Rokok

28 October 2024

Universitas Padjadjaran dan Universitas Catania, meluncurkan Pusat Kajian Pengurangan Bahaya. Guru Besar Ilmu Kedokteran Spesialis Penyakit Dalam Universitas Catania, Italia, Prof Riccardo Polosa menjelaskan, kerja sama ini sudah terjalin lebih dari 5 tahun. Salah satu kajian tersebut adalah pengurangan bahaya rokok.

Ilustrasi untuk Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

28 October 2024

Dengan terus bertumbuhnya sektor pariwisata Bali paska pandemi dan beragamnya kebiasaan wisatawan, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bersama pelaku pariwisata di Bali mengkaji manfaat pengurangan bahaya tembakau untuk mengatasi permasalahan merokok dan mendukung pariwisata Bali yang nyaman dan tetap ramah wisatawan.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

25 September 2024

Pemerhati Kesehatan Publik, dr. Tri Budhi Baskara mengatakan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki kandungan toksin yang lebih rendah sampai 95% dibandingkan rokok dan telah terbukti efektif menurunkan angka perokok di berbagai negara, contohnya Swedia dan Jepang.