Semua Artikel

Ilustrasi untuk APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

25 September 2024

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasmita menilai penerapan kebijakan kemasan polos tanpa merek pada produk tembakau alternatif hanya akan menciptakan berbagai permasalahan baru, termasuk meningkatnya peredaran dan konsumsi produk ilegal di publik.

Ilustrasi untuk APVI dan AVI: Tembakau Alternatif Hanya untuk Konsumen Dewasa

APVI dan AVI: Tembakau Alternatif Hanya untuk Konsumen Dewasa

26 August 2024

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dan Aliansi Vaper Indonesia (AVI) berkomitmen untuk menjual produk tembakau alternatif hanya kepada konsumen dewasa, bukan kepada anak-anak di bawah umur, non-perokok, serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu, APVI dan AVI juga berkomitmen untuk memastikan kualitas produk tembakau alternatif dan memberikan edukasi serta informasi akurat kepada masyarakat mengenai penggunaan produk tersebut.

Ilustrasi untuk Jepang Turunkan Konsumsi Rokok dengan Produk Tembakau Alternatif

Jepang Turunkan Konsumsi Rokok dengan Produk Tembakau Alternatif

26 August 2024

Dukungan Pemerintah Jepang terhadap pemanfaatan produk tembakau alternatif terbukti berhasil mengurangi konsumsi rokok. Kebijakan tarif cukai produk tembakau alternatif yang lebih rendah dan memperbolehkan penggunaan produk tembakau alternatif di ruangan khusus turut mendorong keberhasilan pengurangan konsumsi rokok di Jepang. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan penjualan rokok sebesar 52 persen.

Ilustrasi untuk Ahli Kesehatan: Nikotin Bukan Penyebab Kanker

Ahli Kesehatan: Nikotin Bukan Penyebab Kanker

26 August 2024

Profesor Riccardo Polosa dari Universitas Catania, Italia, menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, dan nikotin bukanlah zat yang menyebabkan kanker.

Ilustrasi untuk Asia Pacific 2024: Kolaborasi & Inovasi Kurangi Bahaya Tembakau

Asia Pacific 2024: Kolaborasi & Inovasi Kurangi Bahaya Tembakau

19 July 2024

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia yang mencapai 70 juta orang. Melalui Asia Pacific Harm Reduction Forum 2024 diharapkan dapat terwujud kolaborasi lintas disiplin untuk mendorong pendekatan pengurangan bahaya tembakau yang berbasis pada bukti ilmiah dan inovasi.

Ilustrasi untuk Temuan BRIN: Tembakau Alternatif dengan Zat Berbahaya Lebih Rendah

Temuan BRIN: Tembakau Alternatif dengan Zat Berbahaya Lebih Rendah

19 July 2024

Prof. Bambang Prasetya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penelitian lebih lanjut tentang produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan. Penelitian BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya dalam produk ini lebih rendah. Dia menekankan pentingnya riset ilmiah sebagai dasar untuk pembuatan suatu kebijakan publik dalam diskusi di APHRF 2024.

Ilustrasi untuk Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

19 July 2024

Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektronik, memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Berdasarkan kajian ilmiah di Indonesia dan berbagai negara, pengaturan untuk produk tembakau alternatif seharusnya berbeda dari rokok.

Ilustrasi untuk Pelajari Berbagai Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan

Pelajari Berbagai Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan

09 July 2024

Asap rokok dihasilkan dari proses pembakaran rokok dan menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk TAR yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker serta merupakan penyebab utama banyak penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok. Oleh karena itu, asap rokok memiliki profil risiko yang tinggi bagi para perokok. Mari kita bahas secara lebih lanjut mengenai dampak asap rokok terhadap kesehatan perokok dan cara untuk mengurangi risikonya di artikel ini.

Ilustrasi untuk Asosiasi Tegaskan Komitmen Cegah Akses Tembakau bagi Anak

Asosiasi Tegaskan Komitmen Cegah Akses Tembakau bagi Anak

20 June 2024

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garinda Kartasasmita sayangkan banyak informasi keliru yang menyatakan pelaku usaha menyasar anak-anak sebagai target konsumen produk tembakau alternatif (PTA). Asosiasi tekankan kembali komitmen dan upaya pemasaran bertanggung jawab.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape

Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape

20 June 2024

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia menanggapi masih banyaknya kesalahan persepsi publik yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok, dan tidak jarang dianggap berbahaya terhadap kesehatan sehingga dianggap tak layak sebagai opsi bagi perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.

Ilustrasi untuk Gejala Putus Nikotin: Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

Gejala Putus Nikotin: Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

19 June 2024

Praktisi Kesehatan, dr. Arifandi Sanjaya mengutarakan gejala umum putus nikotin umumnya dialami perokok dewasa yang belum siap berhenti total, meliputi sakit kepala, mual, sulit konsentrasi, susah tidur, bahkan merasa stres. Meskipun berhenti total merupakan cara terbaik untuk mengurangi bahaya merokok, hal ini harus menjadi perhatian. 

Ilustrasi untuk Asosiasi Vape: Pentingnya Tembakau Alternatif bagi Perokok Dewasa

Asosiasi Vape: Pentingnya Tembakau Alternatif bagi Perokok Dewasa

20 May 2024

Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif (PTA) secara ilmiah efektif mengurangi risiko kesehatan bagi perokok dewasa. Sayangnya, masih terdapat misinformasi tentang klaim bahwa PTA memiliki risiko yang sama dengan rokok. Klaim misinformasi ini dapat mempengaruhi keputusan perokok dewasa untuk mencari produk alternatif yang lebih baik.

Ilustrasi untuk Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

20 May 2024

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia Firmansyah, berharap pemerintah memanfaatkan produk tembakau alternatif (PTA) untuk menurunkan angka perokok, mengacu pada kesuksesan negara lain. Data dari Laporan Office for National Statistic Inggris menunjukkan, penurunan jumlah perokok di negaranya (12,9% pada 2022 dibandingkan dengan 13,3% pada 2021) dan Swedia (5,16% pada 2022 dibandingkan dengan 11% pada 2015) berkat dukungan pemerintah terhadap PTA.

Ilustrasi untuk Pengurangan Bahaya Tembakau, Solusi untuk Perokok Dewasa

Pengurangan Bahaya Tembakau, Solusi untuk Perokok Dewasa

20 May 2024

Dokter Ahli Bedah Rumah Sakit Panti Rapih, Jeffrey Ariesta Putra, mengusulkan pendekatan pengurangan bahaya melalui produk tembakau alternatif (PTA) sebagai solusi bagi perokok dewasa yang sulit berhenti merokok. Ia menyoroti sulitnya berhenti merokok langsung karena faktor gejala putus nikotin yang berpotensi memicu kembali ke kebiasaan merokok. Maka dari itu, diperlukan akses informasi terhadap PTA dan adopsi peraturan pemerintah terkait pendekatan pengurangan bahaya tembakau ini, selain edukasi di masyarakat.

Ilustrasi untuk Riset: Tembakau Alternatif Efektif Dibanding Konseling

Riset: Tembakau Alternatif Efektif Dibanding Konseling

22 April 2024

Riset Universitas Bern bertajuk “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation” yang dipublikasikan di New England Journal Medicine pada Februari 2024 lalu menyimpulkan produk tembakau alternatif (PTA) lebih efektif dibadingkan konseling berhenti merokok. Selain keefektifannya untuk beralih merokok, pemanfaatan PTA ternyata juga berdampak positif dalam mengurangi dampak kesehatan akibat merokok.

Ilustrasi untuk Berhenti Merokok? Tembakau Alternatif Bisa Jadi Opsi

Berhenti Merokok? Tembakau Alternatif Bisa Jadi Opsi

22 April 2024

Mohammad Khotib, peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan, menghalangi perokok dewasa untuk tidak merokok merupakan hal yang sangat berat, sehingga salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko. Hal ini dapat digunakan untuk mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan jika dibandingkan dengan lanjut merokok.

Ilustrasi untuk Prof. Tikki: Regulasi Inklusif, Belajar dari Filipina

Prof. Tikki: Regulasi Inklusif, Belajar dari Filipina

22 April 2024

Filipina menjadi negara di Asia Tenggara dengan regulasi yang progresif dan inklusif untuk pengurangan dampak buruk tembakau. Pada Juli 2022, Filipina mengambil sebuah langkah besar untuk memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif untuk memitigasi dampak kesehatan epidemi rokok melalui pengesahan UU tentang Produk Vape Nikotin dan Non-Nikotin . Indonesia mempelajari langkah Filipina untuk menghasilkan peraturan perundang-undangan yang lebih inklusif, adil, dan progresif demi mengatasi permasalahan merokok.

Ilustrasi untuk Misinformasi Nikotin Hambat Akses Produk Rendah Risiko

Misinformasi Nikotin Hambat Akses Produk Rendah Risiko

20 March 2024

Mohammad Khotib, Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, produk tembakau alternatif (PTA) seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa untuk beralih karena risiko kesehatannya yang lebih rendah daripada lanjut merokok. Selama ini, ada misinformasi bahwa nikotin merupakan zat berbahaya dalam produk tembakau yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, sehingga membuat perokok dewasa enggan mengakses PTA. Padahal, penyebabnya adalah TAR, bahan karsinogenik yang terdapat di dalam asap rokok.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

Tembakau Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

20 March 2024

Pada diskusi “Konsep dan Implementasi Pengurangan Bahaya Tembakau” di Vape Carnival Solo 2024 beberapa waktu lalu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Profesor Amaliya, menjelaskan pengurangan bahaya tembakau merupakan pendekatan baru bagi perokok dewasa untuk meminimalkan risiko akibat merokok. Perbedaan mendasar penggunaan PTA yaitu tidak adanya proses pembakaran, sehingga tidak ada senyawa berbahaya seperti TAR pada rokok melainkan uap. Dengan PTA, perokok dewasa tetap dapat mendapatkan nikotin tanpa TAR, senyawa karsinogenik pemicu kanker.

Ilustrasi untuk Asosiasi Vape: Tembakau Alternatif Bantu Berhenti Merokok

Asosiasi Vape: Tembakau Alternatif Bantu Berhenti Merokok

20 March 2024

Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), mengatakan bahwa produk tembakau alternatif (PTA) dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Hal ini sejalan dengan hasil riset “Effects of Reduced-Risk Nicotine-Delivery Products on Smoking Prevalence and Cigarette Sales: An Observational Study” yang dirilis pada September 2023 oleh Queen Mary University of London. Studi tersebut menunjukkan penurunan tingkat merokok lebih cepat di Inggris dan Amerika Serikat berkat penggunaan PTA antara 2004 dan 2019, berbanding terbalik dengan Australia yang memberlakukan kontrol ketat untuk PTA.

Ilustrasi untuk Asosiasi Rokok Elektronik: Tembakau Alternatif Kurangi Perokok

Asosiasi Rokok Elektronik: Tembakau Alternatif Kurangi Perokok

13 February 2024

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia, Fachmi Kurnia Firmansyah mendorong penggunaan produk tembakau alternatif (PTA) sebagai upaya pengurangan bahaya untuk para perokok dewasa. PTA, sebagai produk penghantar nikotin tanpa proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan TAR atau partikel padat yang dihasilkan oleh rokok dibakar dan karsinogenik, merupakan satu contoh implementasi pengurangan bahaya. Fachmi juga mencontohkan pengurangan bahaya lainnya, yaitu penggunaan gula rendah kalori dan beras merah untuk pengidap penyakit diabetes.

Ilustrasi untuk Tembakau Dipanaskan dan Pengurangan Risiko: Pendapat Pakar

Tembakau Dipanaskan dan Pengurangan Risiko: Pendapat Pakar

13 February 2024

Hasil penelitian oleh Profesor Amaliya dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengindikasikan adanya perbaikan kualitas gusi yang sama dengan non-perokok pada pengguna rokok elektronik (vape) yang telah berhenti dari merokok saat mengalami peradangan gusi buatan. Dalam kajian klinis ini, terlihat dampak pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna vape. Dengan kata lain, kondisi pertahanan gusi pengguna vape dapat kembali normal ketika dilakukan peradangan gusi buatan (Gingivitis Experimental).

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO: Strategi Komprehensif untuk Kurangi Perokok

Mantan Direktur WHO: Strategi Komprehensif untuk Kurangi Perokok

13 February 2024

Mantan Direktur Kebijakan Penelitian & Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO) PBB Prof. Tikki Pangestu mengungkapkan pentingnya upaya intervensi pemerintah dalam memitigasi epidemi perokok di Indonesia. Dari beberapa opsi strategi di dunia ini, kata Prof. Tikki, yang paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah pendekatan pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ilustrasi untuk Perbedaan Perokok Aktif dan Perokok Pasif yang Harus Kamu Tahu! 

Perbedaan Perokok Aktif dan Perokok Pasif yang Harus Kamu Tahu! 

01 February 2024

Pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa terdapat 69,1 juta orang dewasa di Indonesia yang merupakan perokok. Selain itu, jumlah perokok pasif juga tercatat sebanyak 120 juta orang. 

Apa saja bahaya yang dapat dihadapi oleh perokok aktif dan perokok pasif? Mari kita pelajari lebih lanjut di artikel ini!

Ilustrasi untuk APVI Tingkatkan Pengawasan Produk Tembakau Alternatif

APVI Tingkatkan Pengawasan Produk Tembakau Alternatif

12 January 2024

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi publik untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif di pasaran. Harapannya, perokok dewasa dan masyarakat bisa terus mendapatkan informasi akurat dan menghindari produk ilegal. Beberapa tahun terakhir, APVI terus berkolaborasi dengan lembaga-lembaga berwenang dalam menjalankan Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Rokok Elektrik (GEPPREK) dan menyediakan Satgas APVI untuk menerima aduan masyarakat terkait penyalahgunaan PTA ilegal.

Ilustrasi untuk Pentingnya Sosialisasi Risiko Produk Tembakau Alternatif

Pentingnya Sosialisasi Risiko Produk Tembakau Alternatif

12 January 2024

Ketua Umum Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) I Gde Agus Mahartika mengatakan, masyarakat, khususnya perokok dewasa, harus diberikan sosialisasi terkait profil risiko dan pemanfaatan produk tembakau alternatif. Alasannya, produk ini kerap diinformasikan sama berbahayanya dengan rokok. Padahal, secara kajian ilmiah, produk ini memiliki profil risiko yang lebih rendah ketimbang rokok.  Sejumlah penelitian ini sudah dilakukan baik di Indonesia maupun mancanegara. Asosiasi pelaku usaha berharap pemerintah dapat mendukung penelitian lebih lanjut agar perokok dewasa dapat memanfaatkan produk tembakau alternatif secara lebih maksimal. 

Ilustrasi untuk Informasi Akurat Dorong Perokok Dewasa Beralih ke PTA

Informasi Akurat Dorong Perokok Dewasa Beralih ke PTA

12 January 2024

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengutarakan manfaat produk tembakau alternatif (PTA) sebagai bentuk penerapan pengurangan bahaya tembakau. Pernyataan ini sejalan dengan kajian ilmiah Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial atau UK Health Security bertajuk “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products” yang menunjukkan bahwa PTA memiliki profil risiko 90-95% lebih rendah ketimbang rokok yang dibakar. Akses terhadap informasi akurat mengenai PTA, penting untuk mendorong perokok dewasa agar beralih dari kebiasaan merokok.

Ilustrasi untuk Pentingnya Produk Ramah Lingkungan di ICONIST 2023

Pentingnya Produk Ramah Lingkungan di ICONIST 2023

11 December 2023

Pada International Conference on Interreligious Studies, Sciences, and Technology (ICONIST) 2023 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, peneliti Fathudin Kalimas menggarisbawahi bentuk-bentuk penerapan pendekatan pengurangan dampak negatif, dan menggali potensi produk tembakau alternatif dalam menekan prevalensi merokok dan dampak terhadap lingkungan. Layaknya di negara-negara seperti Inggris, Jepang, dan Swedia, produk inovasi lebih rendah risiko tersebut semestinya didukung oleh kebijakan-kebijakan yang mendorong inovasi untuk mengurangi prevalensi merokok dan pencemaran lingkungan.

Ilustrasi untuk Pengendalian Tembakau Butuh Pendekatan Pengurangan Bahaya

Pengendalian Tembakau Butuh Pendekatan Pengurangan Bahaya

11 December 2023

Profesor Riccardo Polosa menekankan perlunya pendekatan inovatif dalam kebijakan pengendalian tembakau, menekankan pentingnya prinsip kesehatan dan penghormatan hak asasi manusia. Pendekatan yang efektif seperti mendukung pengakuan terhadap produk tembakau alternatif rendah risiko sebagai bentuk pengurangan bahaya tembakau perlu diterapkan, berkaca dari negara-negara yang telah berhasil menekan angka merokok seperti Swedia, Norwegia, Inggris, Islandia, dan Jepang. David Sweanor, Ketua Dewan Penasihat Hukum, Kebijakan, dan Etika Kesehatan di Universitas Ottawa juga menyayangkan penolakan WHO dalam mengakui strategi dan pendekatan pengurangan bahaya tembakau yang telah berhasil diterapkan di berbagai negara melalui penggunaan produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

11 December 2023

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.

Ilustrasi untuk Perbedaan Profil Risiko: Rokok vs Vape (Rokok Elektronik)

Perbedaan Profil Risiko: Rokok vs Vape (Rokok Elektronik)

01 December 2023

Cara terbaik bagi perokok dewasa untuk mengurangi risiko dari kebiasaan merokok adalah dengan berhenti sepenuhnya. Namun, jika sulit dilakukan, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan menerapkan pendekatan pengurangan bahaya tembakau yang memanfaatkan penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ilustrasi untuk Angka Perokok Tinggi, Pakar: Kurangi Risiko Produk Tembakau

Angka Perokok Tinggi, Pakar: Kurangi Risiko Produk Tembakau

07 November 2023

Kalangan akademisi menilik pentingnya pengurangan risiko produk tembakau mengingat tingginya angka perokok di Indonesia. Pasalnya, pendekatan berhenti merokok secara total ternyata sulit dilakukan bagi perokok dewasa, ujar Wakil Direktur AOI University Hospital Jepang, Hiroya Kumamaru. Pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan ternyata dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Oleh karenanya, pengurangan risiko tembakau dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi untuk isu prevalensi perokok.

Ilustrasi untuk Sosialisasi Tembakau Alternatif Harus Berdasar Kajian Ilmiah

Sosialisasi Tembakau Alternatif Harus Berdasar Kajian Ilmiah

07 November 2023

Peneliti Senior dari University of Patras dan School of Public Health-University of West Attica Yunani Profesor Konstantinos Farsalinos menjelaskan, sosialisasi manfaat dan profil risiko produk tembakau alternatif (PTA) perlu dilakukan. Pasalnya, sosialisasi dalam jangka panjang dapat mengatasi stigma, marginalisasi, kriminalisasi, kesenjangan, dan penindasan, sebagai upaya untuk melindungi kesehatan dan kebebasan dalam membuat pilihan pribadi, ujarnya dalam forum diskusi internasional bertajuk 6th Summit Tobbaco Harm Reduction di Athena, Yunani.

Ilustrasi untuk NU Dukung Pendekatan Pengurangan Bahaya Kesehatan

NU Dukung Pendekatan Pengurangan Bahaya Kesehatan

07 November 2023

Pakar sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Rumadi Ahmad, beri masukan pada Konferensi Afrika II tentang Pengurangan Risiko Kesehatan-Kesehatan Global Afrika yang berlangsung pada tanggal 27-29 September silam. Menurutnya, Indonesia sebagai negara terbesar berpenduduk muslim memiliki komitmen dalam memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi umat manusia. Sejalan dengan komitmen tersebut, NU sebagai organisasi Muslim terbesar di Indonesia, menggunakan pendekatan pengurangan bahaya untuk mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan di Indonesia. Secara khusus Rumadi memberikan solusi pengurangan bahaya kesehatan dari dampak merokok dengan cara menggunakan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau dipanaskan, kantong nikotin dan rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Proses Penghantaran Nikotin: Mengapa Harus Beralih?

Proses Penghantaran Nikotin: Mengapa Harus Beralih?

02 October 2023

Ahli Toksikologi dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat memaparkan bahwa produk tembakau alternatif yang merupakan hasil dari inovasi dan pengembangan teknologi tersebut memiliki perbedaan signifikan terkait dengan senyawa kimia berbahaya karena metode penghantaran nikotinnya yang berbeda dari rokok. Akibatnya, produk tembakau alternatif yang merupakan hasil dari inovasi dan pengembangan teknologi mampu kurangi paparan risiko hingga 90-95% lebih rendah dibandingkan rokok.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Bantu Perokok Dewasa Beralih

Produk Tembakau Alternatif Bantu Perokok Dewasa Beralih

02 October 2023

Produk tembakau alternatif ternyata memiliki peran potensial dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya. Fakta ini dituturkan oleh Ahli Studi Nikotin dan Tembakau, dari London South Bank University (LSBU) Lynne Dawkins yang mengungkapkan bahwa perokok dewasa yang menggunakan produk tembakau alternatif memiliki kemungkinan 55 persen lebih besar untuk beralih dari kebiasaan merokoknya dalam tiga bulan.

Ilustrasi untuk Penelitian Tembakau Alternatif untuk Kurangi Prevalensi Perokok

Penelitian Tembakau Alternatif untuk Kurangi Prevalensi Perokok

04 September 2023

Aktivis Pengurangan Bahaya Merokok dari Inggris yang merupakan panelis diskusi Global Forum Nicotine 2023 (GFN23) di Warsawa, Polandia, Clive Bates mengatakan, penelitian yang masif mengenai produk tembakau alternatif sangat diperlukan untuk keterbukaan informasi yang akurat, terutama mengenai profil risiko dari produk tersebut. Pada kesempatan berbeda, Peneliti dan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Neily Zakiyah, juga sependapat penyebarluasan informasi tentang profil risiko dan manfaat dari produk tembakau alternatif sebaiknya berbasis fakta dan kajian ilmiah. Pasalnya, kajian bukti efektivitas rokok elektronik dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok.

Ilustrasi untuk Pemerintah Diminta Perjelas Informasi Tembakau Alternatif

Pemerintah Diminta Perjelas Informasi Tembakau Alternatif

04 September 2023

Pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Sebab, informasi berdasarkan kajian ilmiah tersebut diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi perokok dewasa)yang ingin terus menggunakan produk mengandung nikotin. Senada, Dr Dwinita Wikan, Kepala Pusat Penelitian Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan masih sedikit penelitian ilmiah tentang produk tembakau alternatif. 

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

04 September 2023

Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok. Kajian tersebut juga menemukan bahwa perokok dewasa mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk beralih dari kebiasaannya merokok setelah menggunakan produk tembakau alternatif selama enam bulan, dibandingkan terapi pengganti nikotin.

Ilustrasi untuk Pelaku Usaha Dukung Cegah Penyalahgunaan Tembakau Alternatif

Pelaku Usaha Dukung Cegah Penyalahgunaan Tembakau Alternatif

01 August 2023

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita, mendeklarasikan komitmen dan partisipasi asosiasi pelaku usaha untuk terus mendukung pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif oleh anak-anak, perempuan hamil, dan non-perokok melalui aturan asosiasi serta edukasi publik. Namun, Garindra berharap bahwa usaha ini dibarengi oleh keterbukaan pemerintah terhadap hasil kajian produk tembakau alternatif agar dapat berpartisipasi dalam penyebarluasan informasi yang akurat dan komprehensif kepada publik. Baca juga mengenai dukungan aliansi dalam artikel ini!

Ilustrasi untuk Pakar Unpad: Langkah Pemerintah Kurangi Perokok

Pakar Unpad: Langkah Pemerintah Kurangi Perokok

01 August 2023

Di tahun 2021, Global Adult Tobacco Survey memaparkan sebanyak 63,4 persen perokok berencana untuk berhenti merokok. Angka ini menjadi peluang untuk upaya menurunkan prevalensi di Indonesia. Akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Amaliya, mendorong strategi pemanfaatan produk tembakau alternatif sebagai program pelengkap pemerintah dalam upaya tersebut.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik Bantu Perbaikan Kualitas Gusi

Rokok Elektronik Bantu Perbaikan Kualitas Gusi

28 June 2023

Hasil penelitian yang dilakukan oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengungkap perbedaan profil risiko produk tembakau alternatif (PTA). Kajian yang dilakukan oleh Dr. Amaliya, drg., Ph.D mengungkap bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok. Melihat bukti-bukti ilmiah tersebut, Pemerintah didorong untuk menjadi lebih terbuka melihat potensi produk tembakau alternatif dalam mengurangi risiko kesehatan pada perokok dewasa.

Ilustrasi untuk Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

28 June 2023

Sejumlah pakar dan akademisi berharap agar kajian berbasis sains yang komprehensif terkait profil risiko produk tembakau alternatif bisa ditingkatkan dan dilakukan secara kolaboratif sebagai upaya memperluas informasi yang akurat. Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi mengungkapkan bahwa kajian yang dimaksud harus melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Ilustrasi untuk Perokok Dewasa Wajib Tahu, Ini Fakta Produk Tembakau Alternatif

Perokok Dewasa Wajib Tahu, Ini Fakta Produk Tembakau Alternatif

28 June 2023

Ini 4 fakta yang kamu perlu ketahui soal produk tembakau alternatif (PTA). Pertama, PTA seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berhasil menurunkan prevalensi merokok di beberapa negara seperti Swedia, Selandia Baru, dan Jepang. Kedua, PTA memiliki profil risiko yang lebih rendah ketimbang rokok. Public Health England (saat ini bernama UK Health Security Agency) menyatakan bahwa PTA mampu mengurangi risiko hingga 90-95% lebih rendah daripada rokok. Ketiga, asosiasi pelaku usaha dan konsumen berkomitmen untuk mengedukasi bahwa PTA hanya untuk perokok dewasa. Keempat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan Inggris membagikan PTA secara gratis kepada satu juta perokok untuk mendorong perokok beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Hal ini demi mendukung target pemerintah Inggris untuk bebas dari rokok mulai 2030.

Ilustrasi untuk Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

10 June 2023

Salah satu material yang tidak bisa dihindari dari kehidupan sehari-hari adalah sampah. Hal ini dikarenakan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, seperti ketika kita makan atau minum, maka sisa makanan dan minuman tersebut akan berujung ke fase pembuangan sampah.

Dalam mengelola sampah, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, hingga ada yang membakar sampah. Namun, membakar sampah adalah cara pengelolaan sampah yang memiliki banyak dampak buruk baik bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Ketika membakar sampah, maka sampah akan menghasilkan asap yang dapat mencemari lingkungan dan memicu polusi udara. Asap hasil pembakaran sampah ini dapat mengontaminasi udara yang kita hirup. Mari, kita bahas lebih lanjut terkait bahaya membakar sampah dan dampaknya di artikel ini.

Ilustrasi untuk Cara Pengusaha Mencegah Anak Konsumsi Produk Tembakau Alternatif

Cara Pengusaha Mencegah Anak Konsumsi Produk Tembakau Alternatif

09 June 2023

Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto, mengatakan, seluruh pelaku usaha wajib memberikan edukasi kepada publik agar penggunaan produk tembakau alternatif hanya ditujukan bagi perokok dewasa.

Ilustrasi untuk TAR, Bukan Nikotin, Pemicu Utama Penyakit Rokok

TAR, Bukan Nikotin, Pemicu Utama Penyakit Rokok

09 June 2023

Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor University (IPB), Mohammad Khotib, menjelaskan nikotin secara alami terdapat pada tembakau, sedang TAR muncul akibat proses pembakaran tembakau.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Perokok

Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Perokok

09 June 2023

Akses dan pemanfaatan produk tembakau alternatif telah terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi prevalensi perokok jika dibandingkan dengan pendekatan pelarangan total. Hal ini disampaikan oleh pakar dari berbagai negara dalam acara Innovation Summit Southeast Asia di Asia School of Business, Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Lebih Lanjut Paparan Pakar dari Berbagai Negara

Ilustrasi untuk NU Dukung Upaya Pengurangan Risiko Tembakau

NU Dukung Upaya Pengurangan Risiko Tembakau

09 June 2023

Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) Muhammad Nurkhoiron menyatakan dukungannya pada penggunaan produk tembakau alternatif sebagai upaya pengurangan risiko konsumsi tembakau di Indonesia. Dukungan pada produk tersebut merupakan perwujudan prioritas pada maslahah.